— Masih di Jakarta
![]() Sleeper’s Dilemma stevonlucero.com |
Jumat, 5 Desember 2008
Adik saya, Michael, menelpon sekitar jam 21 bahwa dia sedang menuju rumah tempat tinggal saya. Katanya, supaya sopirnya —yang esok hari akan menjemput dan mengantar saya ke bandara— tahu jalan. Saya, Mami, Yosephine (kakak saya), dan Clarissa (anak bungsu Kak Yose) akan ke Malang esok hari guna menghadiri pembaptisan Quinn (anak Tidy, adik saya) pada hari Minggu yang akan datang.
Semula saya pikir Michael datang dari rumahnya di Cibubur sehingga saya memberikan ancar-ancar lokasi berdasarkan perkiraan tersebut dengan menggunakan kampus UKI di Cawang dan Jalan Casablanca sebagai patokan.
Ternyata dia datang dari bandara langsung setelah mendarat dari perjalanan dinasnya. Akibatnya, dia dan sopirnya pun salah mengambil belokan di Casablanca dan terpaksa berputar-putar sejenak di kawasan by-pass Jatinegara. Walau sudah dipandu melalui telepon seluler, tetap saja diperlukan waktu hampir 2 jam untuk tiba di tempat tinggal saya sejak saat pertamakali Michael menelpon saya.
Asumsi dan penyimpulan adalah 2 hal yang perlu dilakukan secara cermat. Kelengkapan dan ketepatan informasi merupakan modal yang sangat penting dalam menghubungkan kedua titik tersebut. Melalaikan peran dan porsi masing-masing akan menyebabkan pemborosan bahkan kegagalan.
Di sisi lain, kemauan untuk melakukan uji coba merupakan langkah yang sangat diperlukan tatkala sesuatu diperkirakan memiliki risiko. Daripada tersesat keesokan harinya, yang dapat mengakibatkan kerugian lebih besar akibat terlambat tiba di bandara, lebih baik menyediakan upaya ekstra untuk menjamin tingkat keberhasilan pada saat pelaksanaan.
Latihan adalah kata lainnya. Practice makes perfect, kata orang Inggris. Atau dalam peribahasa kita, alah bisa karena biasa.
